Betsy Monoarfa Si Tangan Besi Dalam Membangun Usaha Pangan FIVA FOOD

Foto bersama Blogger Reporter Indonesia dan Ibu Betsi Manoarfa

Foto bersama Blogger Reporter Indonesia dan Ibu Betsy Monoarfa (foto by Nunik Utami)

Kemarin saya mendapat undangan untuk mencicipi Produk FIVA FOOD di Jatibening, Bekasi. BRID yang dikepala oleh mas Hazmi Srondol, banyak mengundang Para Blogger. Di sana kami melihat lokasi Pabrik dan Rumah pemilik dalam satu lingkungan. Pabrik pembuatan produk  dan kantor pengelola ada di bagian depan dan di bagian belakang ada rumah Ibu Betsy dan di sampingnya ada rumah dua anaknya yang sudah berkeluarga. Dalam lingkungan rumah tersebut ada kolam renang dan bangunan seperti rumah joglo untuk berkumpul. Saat itu kami berkumpul di bangunan joglo itu sambil memandang kolam renang yang airnya sangat bersih dan jernih. Saya semakin penasaran dengan dengan FIVA FOOD. Seperti apa dibalik proses berdirinya FIVA FOOD ini. Berikut penjelasan Owner FIVA FOOD tetang sejarah berdirinya :

Ibu Betsi Manoarfa Owner FIVA FOOD

Ibu Betsy Manoarfa Owner FIVA FOOD

Fiva Food berdiri sejak tahun 1983 yang di kelola oleh Ibu Betsy Monoarfa ( 63 Th) sebagai Owner. Awalnya Ibu Betsy memulai usaha ini dengan 2 orang karyawan, proses pembuatan di rumahnya yang lama di Jatibening satu. Beliau berani melakukan usaha ini karena kata-kata orang tua yang mengatakan “ Jangan kerja sama orang!”, kata-kata tersebut sudah ditanamkan sejak Ibu Betsy kuliah dulu. Saat itu masih belum mengerti maksud orang tua berkata seperti itu. Ternyata perkataan orang tuanya itu adalah “ Ciptakanlah pekerjaan”. Tapi dari mana uangnya, karena orang tua ibu betsy juga bukan keluarga berada. Ayahnya seorang hanya wartawan.

Setelah Ibu Betsy bekerja selama 6 tahun menjadi konsultan pangan, akhirnya punya sedikit uang dan ibu Betsy mulai merealisasikan cita-cita orangtuanya itu. Meskipun pada tahun 1983 Ibu Betsy belum memiliki apa-apa, tapi beliau sudah mulai surat-surat untuk mendaftarkan usahanya menjadi CV FIVA FOOD.  Nama tersebut diambil dari nama panggilan anaknya Refi dan Reva jadilah nama CV FIVA FOOD. Menurut Ibu Betsy, dia juga berharap dari kata filosofi VIVA yang berarti hidup. Dari logo FIVA ada warna biru, Ibu Betsi mengatakan bahwa biru diambil dari warna langit. Warna orange adalah lambang warna yang lebih cerah dari warna kuning yang melambangkan harga yang berkelas tetapi terjangkau.

Ibu Betsy adalah tamatan IPB untuk Food Teknologi. Selama 6 tahun bekerja Ibu Betsy berkiprahnya di industri pangan, jadi pada saat usahanya di buka, beliau sudah memiliki teman-teman baik yang membantu seperti suplayer, packaging dll. Dalam merintis usahanya tersebut Ibu Betsy tetap menjadi Konsultan Pangan bagi industri-industri besar. Kesibukannya itu membuat usahanya hampir mati suri. Pada tahun 1990, Ibu Betsy Mulai lebih aktif untuk mengelola usahanya karena pada saat itu bertemu expert dari German pada saat ibu Betsy bekerja di kantor lamanya. Pada saat itu dia datang untuk pameran mesin-mesin pengolahan pangan. Expert German bilang bahwa usahanya sayang sekali jika tidak dikembangkan. Dia menyarankan untuk membeli mesin-mesinnya, nanti akan diajarkan cara pemakaiannya. Setelah membeli mesin-mesin tersebut, akhirnya Ibu Betsy membeli tambahan rumah disebelahnya. Lalu Expert German itu yang membantu ibu Betsi membuat lapisan Frezernya dan lain sebagainya. Dulu kalau orang pameran, tidak pernah datang dengan mesin-mesin besar. Buat labotoriumnya ibu Betsy gunakan mesin kecil. Buat sosis juga dengan mesin ukuran hanya 5 KG, dan itu berlangsung hingga tahun 1995. Tahun 1995 pindah ke Jl Taman Pembangunan II,  Jatibening. Mula-mula tanahnya hanya 1.700 Meter, lalu tahun 2003 dikembangkan sampai 3.300 Meter.

Untuk pasar Ibu Betsy membagi menjadi 3 Segmen. 1. Net market retail dimulai sejak tahun 2003, sebelum itu hanya melayani toko-toko kecil, 2.  Supermarket. Dan terakhir 3. Pasar Modern seperti Alfamidi, Carefour, dan Aeron. Dalam usaha Ibu Betsy ini memiliki Visi untuk Memproteinkan masyarakat Indonesia. Untuk itu Ibu Betsy bersemangat untuk menyebarkan produknya, di mulai dari Buruh Pabrik. Karena menurut Ibu Betsy karyawan perlu sekali makan yang berprotein cukup dari tempat bekerja sebagai tanggung jawab perusahaan terhadap karyawannya.

Be to be orang sudah banyak mengenal FIVA FOOD, karena produknya selalu di jaga Mutunya, Waktunya dan komitmen terhadap harga. Jika harga naik, akan disampaikan secara langsung dan tidak pernah menurunkan mutu. Sehingga FIVA FOOD mendapat kepercayaan dari para Catering, Pelanggan dan Konsumen hingga saat ini. Ibu Betsy juga menceritakan bagaimana menyakinkan produknya halal ketika MUI belum memberikan izin dan label halal kepada perusahaan Indonesia. Saat Itu Ibu Betsy yang baru selesai berhaji, meletakkan foto yang menggunakan jilbab di kemasan produknya, sehingga orang percaya kalau produk tersebut halal karena ada gambar Ibu Haji. Tapi setelah MUI melakukan tempat pendaftaran sertifikasi halal, Ibu Betsy menjadi orang nomor satu mengirimkan produknya untuk diperiksa kehalalnya. Tahun 2005 sampai saat ini produk FIVA FOOD memiliki sertifikat tersebut. Selain itu ada juga sertifikat dari BPOM, Sehingga aman untuk di konsumsi.

 Sekarang Ibu Betsy menyerahkan pengelolaan usahanya kepada anak-anaknya. Zaman sekarang semakin canggih dalam era digital, yang sudah terbuka untuk media sosial dan on line untuk makin membesarkan perusahaannya, maka dia percayakan anak-anaknya. Masalah limbah saat ini, FIVA FOOD kelola dengan baik, sehingga tidak tercium sedikitpun bau-bauan didalam pabrik atau pun oleh lingkungan masyarakat yang ada disekitar. Karena air yang dikelola dengan baik, sehingga air yang keluar juga bisa bersih dan jernih, bisa untuk mengairi ikan-ikan yang dipeliharanya. Ibu Betsi sangat komitmen untuk tidak merusak lingkungan. Sampah juga demikian, dikumpulkan lalu FIVA FOOD menyewa satu kotak di pemda DKI yang dijemput 3 hari sekali. Meskipun demikian, Harapan Ibu Betsy adalah memliki Pabrik yang lebih besar dan luas di kawasan industri.

Setelah mendengarkan cerita Ibu Betsy, Para Blogger pun menyaksikan demo masak yang dilakukan oleh karyawan FIVA FOOD. Produk-produknya sangat enak dan lezat, apa yang di bilang Ibu Betsy tadi benar, yaitu menjaga mutu, waktu dan harga berkelas. kalau mau yang enak dan bermutu emang harus dengan harga yang berkelas. Mahal dikit dari yang lain Gpp lah, yang penting aman di makan dan sangat bergizi. Wah, sejarah FIVA FOOD menarik dan menginspirasi sekali. Semoga FIVA FOOD makin banyak dikenal orang dan memiliki pabrik di Kawasan Industri seperti Pabrik-pabrik makanan olahan lainnya. Amiiin….

Para Blogger Menyimak Penjelasan Ibu Betsi Manoarfa

Para Blogger Menyimak Penjelasan Ibu Betsy Monoarfa sambil Mengetweet Kata-katanya

Keong Emas produk FIVA FOOD yang terbuat dari olahan ikan dan memiliki ranjau cabe rawit yang mengenjutkan lidah.

Keong Emas produk FIVA FOOD yang terbuat dari olahan ikan dan memiliki ranjau cabe rawit yang mengenjutkan lidah.

Kornet Ayam produk FIVA FOOD sangat lezat dan dapat menjadi menu favorit dirumah

Kornet Ayam produk FIVA FOOD sangat lezat dan dapat menjadi menu favorit dirumah

Chicken Drumstick produk FIVA FOOD yang sangat di sukai oleh anak-anak

Chicken Drumstick produk FIVA FOOD yang sangat di sukai oleh anak-anak

Ibu Betsi Manoarfa Membangun Masyarakat Berprotein

Ibu Betsy Monoarfa Membangun Masyarakat Berprotein dan Sehat

Iklan

Tentang Kata Sie Lita

Seorang perempuan yang senang berpetualang di alam bebas. memiliki motto hidup " kebebasan berfikir, kebebasan bertindak, kebebasan berprilaku harus sejalan dengan hati nurani"
Pos ini dipublikasikan di Kesehatan, Kuliner, Reportase, Wisata dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s